Yahudi: 818 Kajian Tasawuf Dalam Tradisi Mereka

Tasawuf Dan Yahudi 

Tasawuf dan Yahudi. Dalam kajian umat Islam terkenal beberapa kitab yang menjadi rujukan para muslim untuk mengkaji masalah ruhani, kajian untuk mencapai derajat insan kamil, kajian yang bisa menyampaikan para muslim kepada pengenalan terhadap nyawa sejati, jiwa sejati, wujud diri sejati, dunia sejati, langit sejati dan lain-lain.  

Kajian yang dikenal dengan sebutan kajian spiritual, tasawuf, irfan, kajian makrifat, kajian hakikat, kajian malakah, kajian malamit, kajian aji diri, kajian Al-mir’ah Al-hakikah Al-‘ainiyah dan lain-lain.  

Dalam kalangan Ahlu Sunnah ada beberapa kitab dengan kajian seperti ini, seperti kitab Ath-thawashin karya Al-hallaj, Ihya ‘Ullumudin karya Al-ghazhali, Futuhat Al-makiyah dan Fushush Al-hikam karya Ibn ‘Arabi, Fath Al-ghaib dan Fath Ar-rabbani karya Syaikh ‘Abdul Qadir Al-jailani dan lain-lain.  

Dalam kalangan Syi’ah Imamiyah, ada kitab seperti Nahjul Balaghah yang disandarkan kepada ‘Ali menantu Rasulullah, ada Shahifah As-sajadiyah yang disandarkan kepada ‘Ali Zainal ‘Abidin cicit Rasulullah, Raudhah Al-kafi karya Al-kulayni, Hikmah Al-muta’aliyah karya Mulla Shadra dan lain-lain.  

Apakah ada dalam kajian kaum Yahudi kitab dan kajian yang mengkaji masalah kemakrifatan atau lebih dikenal dengan kajian tasawuf atau irfan ? Jawabannya: Ada   Kajiannya adalah Kabbalah dan kitabnya adalah Zohar.

Yahudi dan Zohar  

Kitab Zohar dalam tradisi yahudi adalah kumpulan dari komentar-komentar terhadap Taurat, yang isi dari komentar-komentar tersebut membahas mengenai rahasia-rahasia yang terkandung dalam Taurat, kajian untuk mendalami rahasia-rahasia yang ada dalam Taurat ini biasa dikenal dengan sebutan Kabbalah, dan pengkajinya biasa dikenal dengan sebutan Kabbalist.   

Apakah Kitab Zohar ini Hanya Untuk Kaum Yahudi ?  

Kitab Zohar diperuntukan untuk orang-orang yang sudah benar-benar siap melakukan perjalanan ruhani, untuk melakukan perjalanan “menuju” sumber asli jiwa-jiwa mereka, untuk melakukan perjalanan menuju puncak sensasi, puncak koreksi, puncak persepsi dan untuk sampai kepada “kenyataan tertinggi”.  

Apakah Penulis Kitab Zohar Seorang Yahudi ? 

Kitab Zohar ditulis oleh Rabbi Shimon Bar-Yochai, yang juga dikenal dengan sebutan Rashbi, beliau meriwayatkan bahwa ketika beliau sedang uzlah bersama anaknya yang bernama Rabbi Aba, telah datang kepada mereka Nabi Elijah/Eliyah, kemudian mengajarkan kandungan Taurat kepada mereka.  

Beliau lahir dan tumbuh besar di daerah Galilei, sebuah pegunungan yang berada di sebelah utara Israel sekarang, pada masa beliau kehidupan di Galilei benar-benar keras, dimana raja Roma kerap melakukan persekusi kepada kaum Yahudi dan kemudian menerapkan hukum yang benar-benar membuat kehidupan mereka berada dalam kesulitan.

Kemudian beliau dan anaknya melarikan diri dari Galilei dan bersembunyi disebuah gua yang bernama Gua Peqi’in, berlokasi disebelah utara Israel dan bersembunyi disana selama 13 (tiga belas) tahun.

Nah ketika sedang berada dalam persembunyiannya di dalam gua itulah mereka berdua didatangi oleh Nabi Elijah/Eliyah, yang kemudian mengajarkan Taurat kepada mereka.  

Setelah 13 (tiga belas) tahun hidup dalam persembunyian, tersiar kabar bahwa Raja roman yang pada masa beliau hidup terkenal kejam itu telah mangkat.

Beliau meninggalkan gua bersejarah tersebut dan kemudian mempunyai 9 (murid), kemudian beliau beserta kesembilan muridnya tersebut tinggal disebuah gua yang bernama gua Meron, yang kemudian dikenal sebagai The Idra Raba (Great Assembly).

Disanalah dan dengan bantuan kesembilan murid beliaulah kemudian kitab Zohar ditulis, dan kemudian menjadi kitab rujukan yang paling penting dalam kajian Kabbalah.

 

Isi Kitab Zohar

Volume Satu, terdiri dari 250 kajian yang terbagi kedalam beberapa bagian, yaitu:    

  1. Intoduction to the Zohar, mulai dari kajian 1a sampai ke 14b,    
  2. Bereshit, mulai dari kajian 15a sampai ke 59a,    
  3. Noach, mulai dari kajian 59b sampai ke 76b,    
  4. Lecha-lecha, mulai dari kajian 76b sampai ke 96b,    
  5. Vayera, mulai dari kajian 97a sampai ke 120a,    
  6. Chayei Sara, mulai dari kajian 120b, sampai ke 133b,    
  7. Toldot, mulai dari kajian 133b, sampai ke 146a,    
  8. Vayetzei, mulai dari kajian 146a sampai ke 165a,    
  9. Vayishlach, mulai dari kajian 165a sampai ke 178b, 
  10. Vayeshev, mulai dari kajian 178b sampai ke 192b,    
  11. Miketz, mulai dari kajian 192b, sampai ke 204b,    
  12. Vayigash, mulai dari kajian 204b, sampai ke 211a,    
  13. Vayechi, mulai dari kajian 211a sampai ke 250b.

 

Volume kedua berisi 268 kajian yang terbagi ke dalam;     

  1. Shemot, mulai dari kajian 2a sampai ke 22a,    
  2. Vaera, mulai dari kajian 22a sampai ke 32a,    
  3. Bo, mulai dari kajian 32b sampai ke 43b,    
  4. Beshalach, mulai dari kajian 44a sampai ke 61a,    
  5. Haman, mulai dari kajian 61a sampai 67a,    
  6. Yitro, mulai dari kajian 67a sampai ke 94a,    
  7. Mishpatim, mulai dari kajian 94a sampai ke 126a,    
  8. Terumah, mulai dari kajian 126a sampai ke 179a,    
  9. Tetzaveh, mulai dari kajian 179b sampai ke 187b,    
  10. Ki Tisa, mulai dari kajian 187b sampai ke 194b,    
  11. Vayakhel, mulai dari kajian 194b sampai ke 220a,    
  12. Pekudei, mulai dari kajian 220a sampai ke 268b.

 

Volume ketiga berisi 300 kajian, yang terbagi ke dalam;     

  1. Vayikra, mulai dari kajian 2a sampai ke 26a,    
  2. Tzav, mulai dari kajian 26a sampai ke 35b,    
  3. Shmini, mulai dari kajian 35b sampai ke 42a,    
  4. Tazria, mulai dari kajian 42a sampai ke 52a,    
  5. Metzora, mulai dari kajian 52b sampai ke 56a,    
  6. Achrei Mot, mulai dari kajian 56a sampai ke 80b,    
  7. Kedoshim, mulai dari kajian 80b sampai ke kajian 88a,    
  8. Emor, mulai dari kajian 88a sampai ke 107b,    
  9. Behar, mulai dari kajian 107b sampai ke 112a,    
  10. Bechukotai, mulai dari kajian 112a sampai ke 115b, 
  11. Bamidbar, mulai dari kajian 116a sampai ke 120a,    
  12. Nasso, mulai dari kajian 120a sampai ke 147b,    
  13. Beha’alotcha, mulai dari kajian 147b sampai ke 156a,    
  14. Sh’lach, mulai dari kajian 156a sampai ke 175b,    
  15. Korach, mulai dari kajian 175b sampai ke 179a,    
  16. Chukat, mulai dari kajian 179a sampai ke 184a,    
  17. Balak, mulai dari kajian 184a sampai ke 212a,    
  18. Pinchas, mulai dari kajian 212a sampai ke 259b,    
  19. Matot, berisi kajian lanjutan dari 259b,    
  20. Devarim, berisi kajian 260a,
  21. Vaetchanan, mulai dari kajian 260b, sampai ke 271a,    
  22. Eikev, mulai dari kajian 271a sampai ke 274b,    
  23. Shoftim, mulai dari kajian 274b sampai ke 276a,    
  24. Ki Teitzei, mulai dari kajian 276a sampai ke 283b,    
  25. Vayeilech, mulai dari kajian 283b sampai ke 286b,  
  26. Ha’Azinu, mulai dari kajian 286b sampai 288a,    
  27. HaIdra Zuta Kadisha mulai dari kajian 288a sampai ke 300a.

Kesimpulan  

Ketika dalam Islam terkenal beberapa kitab yang menjadi rujukan para muslim untuk mengkaji masalah ruhani, kajian untuk mencapai derajat insan kamil, kajian yang bisa menyampaikan para mulsim kepada pengenalan terhadap nyawa sejati, jiwa sejati, wujud diri sejati, dunia sejati, langit sejati dan lain-lain.  

Kajian yang dikenal dengan sebutan kajian tasawuf, irfan, kajian makrifat, kajian hakikat, kajian malakah, kajian malamit, kajian aji diri, kajian Al-mir’ah Al-hakikah Al-‘ainiyah dan lain-lain.  

Dalam kalangan Ahlu Sunnah ada beberapa kitab dengan kajian seperti ini, seperti kitab Ath-thawashin karya Al-hallaj, Ihya ‘Ullumudin karya Al-ghazhali, Futuhat Al-makiyah dan Fushush Al-hikam karya Ibn ‘Arabi, Fath Al-ghaib dan Fath Ar-rabbani karya Syaikh ‘Abdul Qadir Al-jailani dan lain-lain.  

Dalam kalangan Syi’ah Imamiyah, ada kitab seperti Nahjul Balaghah yang disandarkan kepada ‘Ali menantu Rasulullah, ada Shahifah As-sajadiyah yang disandarkan kepada ‘Ali Zainal ‘Abidin cicit Rasulullah, Raudhah Al-kafi karya Al-kulayni, Hikmah Al-muta’aliyah karya Mulla Shadra dan lain-lain.  

Maka dalam kalangan Yahudi kitab Zohar ini lah yang dijadikan rujukan dalam mengkaji ilmu irfan atau tasawuf, yang mengkaji laku perjalanan “menuju” sumber asli jiwa-jiwa mereka, untuk melakukan perjalanan menuju puncak sensasi, puncak koreksi, puncak persepsi dan untuk sampai kepada “kenyataan tertinggi”.   Salam Damai… 


Sumber:     

  1. Zohar,
  2. Sumber gambar: Pixabay.com  
Facebook Comments
error: Content is protected !!