Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik: Makrifat 1

Salam sejahtera bagi semesta. Pada artikel ini saya akan membahas bait pertama  Alfiyah Ibnu Malik dari sisi kajian Ilmu Tasawuf dan ilmu Makrifat.

Kajian ini Alhamdulillah berhasil saya dapatkan dari almarhum guruku tercinta, Ujang Hassanudin rahimahullah, al-fatihah untuk beliau.

Apa yang saya uraikan adalah hasil dari kajian saya, dan hasil kajian saya ini bisa saja berbeda dengan hasil kajian orang lain.

Jadi isi tulisan ini bukan untuk dibandingkan kemudian dikonfrontasikan dengan kajian selainnya, akan tetapi jadikan isi kajian saya ini sebagai tambahan pasal-pasal pelengkap puzzle makrifat yang sedang para pembaca kumpulkan. Yosh … selamat membaca…

 

Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik

    قال محمد هو ابن مالك # احمد ربي الله خير مالك

    

 

Syarah Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik Dari Segi Ilmu ‘Alat

    

Perkataan   قال محمد هو ابن مالك. Keterangannya, penulis Kitab Alfiah ini yang bernama Muhammad bin Imam Malik Al-andalusy berkata,  

احمد ربي الله خير مالك

“Saya memuji kepada  Yang Maha Kuasa yaitu Allah subhanahu Wa ta’ala dan Dialah Raja Sebaik-baiknya Raja”. 

Siapakah Muhammad bin Malik penulis kitab Al-fiyah ini ? yaitu Syaikh Al-allamah Muhammad bin Abdullah bin Malik yang lahir tahun 597 H kemudian wafat tahun 670 H,  jadi usia beliau ketika wafatnya adalah 75 tahun.

Kenapa penulis menyandarkan namanya kepada Malik tidak kepada Abdullah, sedangkan Malik itu adalah kakeknya ?

Pada kasus ini ada 2 illat yang pertama untuk menjaga adab terhadap Rasulullah (karena sudah masyhur bahwa ketika menyebut nama Rasulullah, umat islam selalu menyebut Muhammad bin ‘Abdullah.

Nah untuk menjaga adab kepada Rasulullah penulis kitab Alfiyah menghindari menyamai Rasulullah dalam hal penulisan nama).

Kedua, karena kakeknya yaitu Imam Malik lebih masyhur daripada ayahnya Abdullah, untuk itu dengan menyandarkan bin kepada kakeknya yang lebih masyhur tersebut, penulis berharap semoga kemasyhuran kakeknya ‘menular’ kepada penulis Alfiah ini. 

Kemudian kata قال  ini bermakna يقول , kata ini termasuk kepada majaz :

بالاستعارة التبعية، و تقريرها ان يقال شبه القول الوقع في زمان المستقبل بالقول في زمان الماضي بجامع تحقق الوقوع في كل ذكر المشبه به و حذف المشبه واستعير اللفظ الدال على المشبه به للمتشبه. ثم اثتق من القول الواقع في زمان الماضى بمعنى القول الواقع في زمان المستقبل. قال بمعنى القول على سبيل المجاز بالاستعارة  التبعية في الفعل

Kemudian kata احمد lafaz ini disebutnya kalimah ilmu sifat dari ghaib berpindah kepada mutakallim yaitu dari lafaz Hamida kepada lafaz Ahmad sebab tidak diucapkannya dengan lafaz Hamida karena لئلا تفيد الانقطاع، yaitu memberi petunjuk kepada pujian yang tidak terputus.

Kemudian kata خير untuk tarkibnya bisa jadi sifat bisa jadi hal akan tetapi yang lebih baik adalah menjadi hal. Seumpama lafazh خير dijadikan hal itu tidak sama lafazhnya dengan makna lafadzh خير yang lafazh tersebut disebut افعل تفضيل فى غير بابه sebab lafazh خير asalnya dari أَخْيَرَ kemudian dipindahkan harakat  yang ada pada huruf ي kepada huruf خ maka jadi اَخَييَرَ، kemudian dibuang huruf hamzah washal-nya, maka jadilah lafazh جَيْرَ.

(Syarah dari segi bahasa berasal dari kitab  Tashîlul Masâlik fî Syarh Alfiyyah Ibn Mâlik, karya Ajengan Muhammad Abdullah bin Hasan dari Kampung Kongsi, Caringin, Sukabumi, hlm. 10-11)

Begitulah syarah bait pertama Alfiyah Ibnu Malik dari bahasan ilmu alat bagian ilmu nahwu.

Syarah Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik Dari Sisi Kajian Makrifat

Kalimat Pertama Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik

pada bait قال محمد هو ابن مالك,  Ibnu Malik penulis Kitab Alfiyah memperkenal-kan dirinya yaitu Ibnu Malik, padahal sebenarnya kalau mengikuti kebiasaan umum, seharusnya bukan Ibnu Malik tapi Ibnu Abdullah.

Karena Ayahnya adalah Abdullah bukan Malik, tapi seperti yang ada dalam Syarah dari segi ilmu ‘alat’ tadi telah dijelaskan bahwa kenapa penulis Alfiyah menyandarkan bin-nya kepada Malik yang menjadi kakeknya. Pertama untuk menjaga adab kepada Rasulullah. Kedua dengan harapan kemasyhuran kakeknya menular kepada dirinya.

Penyebutan nama dan menyandarkan nama kepada leluhur dalam kajian makrifat ada pada bab mengenal diri atau makrifat An-nafs Al -haqiqah an-nafs. 

Kemudian menyambung kepada ma’rifat Al Ism atau ma’rifah haqiqah Al-ism. Dimana manusia harus mengenal dirinya dan namanya yang hakikat. Setelah itu dia mampu menelusuri sejarah dirinya secara hakikat dan sejarah namanya secara hakikat. 

Contoh kenal diri secara hakikat itu adalah Jalu Kaba, seorang manusia yang bernama Jalu kaba, tubuhnya tersusun dari tujuh lapis diri yaitu kulit, kulit-ari, urat, darah, daging, tulang, dan sumsum.

Dimana  dari ke-tujuh susunan tubuhnya tersebut, terdiri dari berbagai pasal-pasal, pasal-pasal di sini maksudnya adalah; seperti kulit tangan, kulit arinya tangan, uratnya tangan, darahnya tangan, dagingnya tangan, tulangnya tangan, dan sumsumnya tangan. Kulitnya kepala, kulit arinya kepala, uratnya kepala, darahnya kepala, dagingnya kepala, tulangnya kepala, dan sumsumnya kepala. Begitulah seterusnya.

Dalam kajian makrifat hakikat an-nafs manusia diidealkan untuk memahami apa hakikat ke tujuh lapis dirinya tersebut berikut pasal-pasalnya yang telah disebutkan contoh nya tadi di atas.

Kemudian makrifat Ism yaitu mengenal nama Jalu Kaba (Contohnya). Jika dari sisi bahasa, ketahui maknanya, setelah diketahui dari sisi bahasa, ketahui dari sisi makrifatnya. Contoh Jalu Kaba itu bermakna apa dalam bahasa Sansekerta (misalnya), diketahui anu.. anu.. anu. Atau dalam bahasa Arab bermakna.. anu anu.. anu…

Kemudian dari nama tersebut bisa melahirkan apa saja dari huruf ja, huruf lam, huruf wau, huruf kaf, huruf alif dan huruf ba. Atau huruf kaf, huruf ba, dan huruf alif. Dari tiap-tiap huruf memiliki nilai dan dari tiap-tiap huruf memiliki turunan huruf-huruf yang akan dapat membentuk kalimat-kalimat. 

Terus bentuk kalimat-kalimat tersebut (misalnya seorang muslim) idealnya diketahui turunan dari huruf-huruf yang berasal dari nama Jalu Kaba , diketahui berada pada posisi mana di Alquran huruf-huruf tersebut, berada pada posisi tubuh lahir mana huruf-hurut tersebut, berada pada posisi bathin mana huruf-huruf tersebut, dan seterusnya.

Jika saya seorang Kristen, maka turunan dari huruf-huruf yang berasal dari nama Jalu Kaba itu berada dimana dalam Alkitab atau Bible terutama di dalam Taurat atau torah, di dalam Zabur atau Mazmur, dan di dalam Injil, begitulah seterusnya.

Setelah kita mengenal diri kita, mengenal nama kita secara hakikat, baru dari situ kita bisa melacak sejarah diri kita,vsejarah nama kita.

Untuk sejarah fisik itu dikaji kepada ilmu silsilah, seperti bin siapa bin siapa. Dari segi ilmu makrifat silsilah diri dan silsilah nama itu tidak selalu menyambung bin-nya kepada orang tua, akan tetapi makrifat diri  dan nama kita itu akan menyambung kepada silsilah Al-haqiqah ‘alamiah Al isyarah fil jasadiy wa bathiniy Ila Al Haq  fil haqiqah Al Haq.

Secara mendetailnya mengenai Al-haqiqah ‘alamiah Al isyarah fil jasadiy wa bathiniy Ila Al Haq  fil haqiqah Al Haq. Para pembaca silahkan konsultasi langsung kepada mursyidnya masing-masing.

 

Kalimat Kedua Bait Pertama Alfiyah Ibnu Malik

Pada bait احمد ربي الله خير مالك , penulis Alfiyah berkata: “Saya memuji kepada  Yang Maha Kuasa yaitu Allah subhanahu Wa ta’ala dan Dialah Raja Sebaik-baiknya Raja”. 

Setelah manusia berhasil memakrifatkan 7 lapis dirinya beserta pasal-pasalnya kepada bait

 قال محمد هو ابن مالك

Maka, manusia menuju gerbang bait:

  1. Makrifat ahmad, yaitu kajian makrifat mengenal Ahmad, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  2. Makrifat rabbi yaitu kajian makrifat mengenal Rabbi, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  3. Makrifat Allah yaitu kajian makrifat mengenal Allah, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  4. Makrifat khair, yaitu kajian makrifat mengenal khair, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  5. Makrifat maalik, yaitu kajian makrifat mengenal maalik, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  6. Makrifat Ahmad Rabbi yaitu kajian makrifat mengenal Ahmad Rabbi, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  7. Makrifat rabbiy-Allah yaitu kajian makrifat mengenal Rabbiy-Allah, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  8. Makrifat Allah khaira yaitu kajian makrifat mengenal Allah Khaira , hurufnya, huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  9. Makrifat khaira maalik yaitu kajian makrifat mengenal khaira maalik, hurufnya huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.
  10. Makrifat ahmadu rabbiy-Allah khaira maalik yaitu kajian makrifat mengenal ahmadu rabbi khaira maalik, hurufnya, huruf turunannya, lafazh bentukannya, posisinya dalam tubuh dirinya (yang sedang mengkaji), dst.

Kemudian setelah berhasil memakrifatkan ke-7 lapis dirinya dan pasal-pasalnya kepada bait:

قال محمد هو ابن مالك # احمد ربي الله خير مالك

Manusia tersebut telah berhasil memasuki ruangan baitul ahad min alfiyatil bait, yaitu gerbang rumah pertama dari seribu rumah yang mesti dijelajahi.


Yup, sekian untuk bahasan mengenai bait pertama Alfiyah Ibnu Malik ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi saya dan pembaca. 

Selamat meng-alfiyah dan salam damai…

Cheerss .. kLepus… whuUuZz

Facebook Comments
error: Content is protected !!