Dalam Perpecahan

Dalam Perpecahan

Suara merdu binatang malam menghiasai suasana temaram kaki pegunungan yang langitnya mengalami perpecahan suasana karena kegelapan berhias kerlip  gemintang.

Murid: “Guru, dalam masa kekacauan dan perpecahan, dimana para ahli agama saling berbeda pendapat dan diantara para pengikutnya merebak pertikaian. Bahkan terkadang para ahli agamanya sendiri yang mengajak atau mengajarkan untuk selalu bertikai dan terpecah-belah. Apa yg harus aku lakukan ?”

Guru: “Jangan ikut berada dalam keributan tersebut. Jangan bisa ‘ditunggangi’ dan jangan ‘menunggangi’ ”

Murid: “Apa maksudnya jangan bisa ‘ditunggangi’ ?

Guru: ”Jangan sampai engkau bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bertikai untuk memenuhi kepentingan mereka ?”

Murid: ”Apa maksudnya jangan ‘menunggangi’ ” ?

Guru:”Engkau jangan sampai masuk menjadi bagian dalam perpecahan dan pertikaian tersebut, kemudian engkau memanfaatkan salah satu pihak atau kedua belah pihak untuk memenuhi kepentingan pribadimu atau kelompokmu”

Murid: “Diantara para ahli agama yang sedang bertikai dan berpecah-belah tersebut, ahli agama mana yang mesti aku ikuti ?”

Guru: “ikuti ahli agama yang berperan sebagai penengah. Ahli agama yang berusaha meredam kekacauan. Ahli agama yang berusaha mendamaikan. Ahli agama yang berusaha menyatukan kembali yang terpecah-belah atau yang meminimalisir perpecahan agar tidak makin meluas. Dan ahli agama yang bicaranya lebih banyak manfaatnya dalam kebaikan terhadap umat manusia dan lingkungan. Dan  ahli agama yang tidak pernah meprovokasi kepada pertikaian, perpecahan, perdebatan, dan saling menghina”.

Murid: “adakah ahli agama yang seperti itu?”

Guru: “anakku, mereka ada walaupun mungkin sangat sedikit dan dibenci, seandainya tidak ada mereka, manusia mungkin sudah musnah dari dulu karena pertikaian, perpecahan dan peperangan”.

Murid: “Dimana aku mencari mereka guru?”

Guru: “hmm.. Yang jelas, dimana mereka berada kamu akan merasakan ketenangan hidup yang sebelumnya belum pernah kamu rasakan. Baik hidup lahirmu maupun hidup bathinmu”.

Murid: “aduhai… semoga aku dapat menemukan mereka”

Guru:”Yakinlah kamu bisa, selama kamu tetap teguh dalam kebaikan dan pengetahuan, entah kapan, mungkin besok atau lusa atau suatu hari pasti ada salah satu dari mereka akan menghampirimu tanpa engkau kira. Yang kemudian dia akan menjadi pembimbing hidupmu. Hidup lahirmu dan hidup bathinmu”.

Murid: “Do’akan aku agar tetap teguh dalam kebaikan dan pengetahuan wahai guru”

Guru:”Pasti selalu ku do’akan anakku”

Hembusan angin malam yang awalnya agak kencang kini beranjak menjadi semilir lirih seolah memberi sebuah bisikan kepada unsur alam lainnya…

Share the knowledge ✓