Kembali Kepada 6

Zaman sekarang mau theist atau atheist, semua kembali kepada; yang penting jangan menyakiti dan atau merugikan orang lain, baik itu secara lisan, tulisan dan perbuatan, itu udah cukup bisa disebut sebagai orang baik.

 

Menyakiti Kembali ?

Mau theist atau atheist kalau masih suka menyakiti dan atau merugikan orang lain secara lisan, tulisan dan perbuatan ya sama aja gak ada bagus-bagusnya, dan itu udah cukup bisa disebut sebagai orang jahat.

Jika dia seorang theist yang berbeda pemahaman theistnya denganmu tapi dia tidak pernah menyakiti atau merugikan dirimu dan orang lain secara lisan, tulisan dan perbuatan, lalu apa yang kamu permasalahkan dari dirinya ?
Jika dia seorang atheist, kemudian dia tidak pernah menyakiti atau merugikan dirimu dan orang lain secara lisan, tulisan dan perbuatan, lalu apa yang kamu permasalahkan dari dirinya ?

 

Aku Kembali

Aku… tidak punya stempel kebenaran langsung dari Yang Maha Kuasa, kita sama sekali tidak punya hak melabeli seseorang sebagai ahli surga atau ahli neraka.

Aku … manusia biasa yang juga bisa berbuat kesalahan, bagi kita … janganlah pernah menyakiti atau merugikan orang lain secara lisan, tulisan dan perbuatan. Berbuat baiklah dan bermanfaatlah bagi kemanusiaan, melalui lisanmu, tulisanmu dan perbuatanmu, semampunya. Itu cukup untuk membuat akalmu, hatimu dan jiwamu tenang. Dan itu cukup untuk membuat Bumi ini damai.

 

Kembali Bertanya

Memang banyak pertanyaan manusia yang mungkin oleh kitab-kitab sucipun tidak terjawab secara terperinci, tapi yang pasti pertanyaan-pertanyaan utama yang sangat menentukan keberlangsungan keberadaan ras manusia di Bumi sudah terjawab yaitu:

  • Apakah boleh menyakiti manusia lain ?
  • Jika manusia tidak ingin sakit maka manusia harus ?
  • Jika manusia lapar maka manusia harus ?
  • Jika manusia haus maka manusia harus ? 
  • Jika manusia ngantuk maka manusia harus ?
  • Jika manusia ingin manusia lain baik padanya maka dia harus ?
  • Apakah boleh merusak alam ?
  • Dan lain-lain.

Hal-hal sederhana yang sudah terjawab dengan pasti itu kalau dilaksanakan maka manusia bisa hidup damai bersama menjaga dan memelihara Bumi ini.

Hal-hal terperincilah yang membuat manusia ribut dan saling memerangi.
Dan luar biasanya hal-hal yang bikin ribut inilah yang laku dan menjadi konsumsi utama manusia pada masa ini. Entah ..

 

Dewasa Kembali

Jika manusia sudah dewasa rasa, akal dan jiwanya, jika membahas ilmu bicaranya sedikit, ringan, bahasanya biasa saja tidak kelangit-langitan atau keawan-awanan, tapi menyentuh titik ruhani, mudah dimengerti oleh orang bodoh sekalipun dan bisa diterima dengan senang akal, senang jiwa dan senang hati.

Kalau ketika membahas ilmu bicaranya melangit-mengawan, rumit, meninggi, berbelit-belit, da…n sukar dimengerti bahkan oleh dirinya sendiri, itu tandanya manusia itu masih anak-anak jiwanya, akalnya dan rasanya.

 

Kembali Bahagia

Salah satu ukuran bahwa hidupmu bahagia atau tidak adalah kamu sedikitpun tidak ada pikiran atau perasaan ingin menyakiti pikiran dan perasaan orang lain. Jika belum bisa begitu, maka itu salah satu tanda bahwa hidupmu itu belumlah bahagia.

Kalau hidup itu maen hitung2an untung dan rugi;

  • Jika agama itu fiktif, dan jika para pemeluk agama tersebut baik dan bermanfaat bagi alam dan manusia lain, dia tetap beruntung, sama seperti beruntungnya orang atheist yang baik dan bermanfaat, walaupun ternyata agamanya itu fiktif. Karena hidupnya baik dan bermanfaat.
  • Jika agama itu fakta, dan jika para pemeluk agama tersebut baik dan bermanfaat bagi alam dan manusia lain, dia tetap beruntung juga, akan tetapi orang yang tidak beragama akan rugi walaupun baik dan bermanfaat, karena ternyata agamanya itu fakta. Ada bab yang terlewat oleh yang tidak memeluk agama.

Bagi orang beragama yang baik dan bermanfaat dalam kebaikan, ada atau tidaknya neraka dan surga itu tidak akan membuatnya rugi, karena dia sudah baik. Bagi orang yang tidak beragama walaupun baik dan bermanfaat dalam kebaikan, jika neraka dan surga gak ada dia gak rugi, tapi kalau ada dan nyata, maka mereka rugi, apa ruginya ? Ada pengetahuan yang belum dia tahu yang tidak akan pernah dia tahu, karena gak percaya.

 

Kembali ke Aku

Aku.. kesemuanya kembali kepada apakah kamu merugikan dirimu dan orang lain atau tidak ?

Aku… Kesemuanya kembali kepada janganlah berbuat yang merusak, baik diri dan lingkungan sekitar.

Aku .. kesemuanya kembali kepada berbuat baiklah, jangan berbuat jahat, dan jadilah bermanfaat dalam kebaikan. Untuk diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar.

Share the knowledge ✓

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.