Rindu Langit

Suasana dini hari yang terasa dingin menggigit kulit
 
Aku tanya, kenapa engkau begitu bersemangat wahai rasa ?

Apakah ini yang menggebu ? Oh ternyata itu rindu Apakah itu yang luasnya amat sengit ? Oh ternyata itu langit…   Perasaan yang kerjanya hanya diam saja, kini dia tampil seolah membara..

Dia menjawab, itu karena aku sedang rindu dia..

Aku tanya, dia ? dia siapa ? memangnya kau punya teman atau sahabat ? Setahuku kerjamu hanya diam sejak lama…

Dia menjawab, ah kamu saja yang sering lengah, tiap malam ketika kau tidur, sahabatku itu selalu mengunjungiku. Oh tidak, apakah benar itu ? Sang rasa punya sahabat yang tidak aku ketahui ? Ah aku penasaran, 

Aku bertanya pada rasa, siapa sahabatmu itu ?

Dia menjawab, aku mengenalnya dengan sebutan LANGIT… dan aku sekarang sedang rindu langit..

Aku tak tau siapa itu langit yang rasa maksud, aku ingin bertanya kembali kepadanya mengenai siapa itu langit, ah tapi sang rasa berpamitan kepadaku.

Dia berkata, hai rumahku, aku mau kembali dulu ke dipanku, langit nampaknya tidak akan datang malam ini…

Kemudian sang rasa kembali melelapkan dirinya…

Ah .. suasana makin dingin, aku pun nampaknya harus segera melelapkan sadar jasadku…

Facebook Comments
BerlanggananDapatkan ebook gratis dan penawaran menarik

Berlangganan untuk selalu update jika blog ini menulis artikel baru. Ada penawaran menarik seperti ebook gratis, diskon buku, dan lain-lain.

error: Content is protected !!