Sabar

 

Sabar salah satu maknanya adalah, …

صبر الشّخص:

رَضِي ، انتظر في هدوء واطمئنان دون شكوى ولم يتعجَّل

Rela, menunggu dengan tenang dan dalam kenyamanan tanpa keraguan dan tidak meninggalkan ..

Maksud menunggu dalam kata انتظر, itu bukan diam, kata sabar ini digunakan ketika sedang menunggu suatu proses yang sedang berjalan menuju penyelesaian, seperti antri membeli obat di apotik, daftar sudah, bayar sudah, nomor tunggu urutan sudah dapat, tinggal menunggu untuk dipanggi nomor urutnya, dan nanti pasti dipanggil, tentunya ketika sedang menunggu nomor urutnya dipanggil tidak diam saja mematung, akan tetapi berkegiatan, entah itu bermain game , chatingan  dengan keluarga atau kawan, membaca buku, dan lain-lain. 

Atau seperti seseorang yang sedang berpuasa menunggu datangnya waktu berbuka, ketika seseorang yang sedang berpuasa menunggu waktu berbuka tentunya tidak diam saja jadi patung dari shubuh sampai tiba waktu maghrib, tapi sambil menunggu waktu berbuka, yang berpuasa itu dari shubuh sampai ketika waktu berbuka melakukan banyak kegiatan atau banyak kesibukan, entah itu kerja dikantor, menulis buku, bermain game, hunting poto-poto bagus, coding, melakukan penelitian ilmiah, dan lain-lain, intinya berkegiatan dan tidak diam.

Jadi ketika ada yang berkata: ” yang sabar yah…”, maka itu bermakna : “Dengan kerelaan atau lapang dada, sambil menunggu prosesnya selesai, berkegiatanlah dengan tenang dan nyaman, dan yakin prosesnya pasti selesai, hadapilah hingga selesai, jangan tinggalkan sesuatu yang sedang berproses ini”. 

Sabar menunggu antrian beli obat di apotik: “Dengan rela atau lapang dada, sambil menunggu dipanggil, berkegiatan apa saja, apakah bermain game, membaca buku, ngopi-ngopi dulu dikantin, dengan tenang dan nyaman, asal jangan sampai ketika dipanggil nomor giliran antriannya tidak ada atau tidak menanggapi”. 

Sabar menunggu waktu berbuka puasa bagi yang berpuasa: “Dengan rela atau lapang dada, sambil nunggu waktu berbuka, berkegiatan aja seperti biasa dengan tenang dan nyaman, asal jangan sampe jebol atau bocor puasanya”. 

Sabar ketika terkena musibah gempa: “Dengan rela dan lapang dada, dengan tenang dan sigap, lakukan segala sesuatu yang bisa menanggulangi atau meringankan beban dari akibat gempa ini, cari tahu apakah akan ada gempa susulan atau tidak, siapkan segala sesuatu untuk menghadapi (jika ada analisa akan ada) gempa susulan, jangan putus asa”. 

Nah .. selanjutnya terapkan saja pemaknaan sabar ini kepada hal yang sedang dihadapi.

Semoga bermanfaat dan salam damai. Cheers…


Sumber:

  1. Al-maany
  2. Pixabay.com

 

Facebook Comments
BerlanggananDapatkan ebook gratis dan penawaran menarik

Berlangganan untuk selalu update jika blog ini menulis artikel baru. Ada penawaran menarik seperti ebook gratis, diskon buku, dan lain-lain.

error: Content is protected !!