Santet: Makrifat Mengenainya

Awal Mula Santet

Bagi masyarakat indonesia terkhusus yang suka mengkaji mengenai ilmu leluhur, mungkin sudah sangat mengenal kata santet. Beragam definisi mengenainya bisa ditemukan di mesin pencari internet. Yang akan saya bahas dalam artikel ini adalah santet dalam bahasan ilmu makrifat dan  kabuhunan.

Saya diperkenalkan kepada ilmu kabuhunan itu oleh ayah saya, beliau memperkenalkan saya kepada almarhum guru tercinta, yang kemudian dari beliau lah pengetahuan mengenai kajian kabuhunan dimulai.

Awalnya yang saya pelajari dari kajian kabuhunan dari almarhum guru adalah bab ilmu sareat, yaitu ilmu pengobatan atau ilmu tabib atau ilmu medis atau ilmu kedokteran yang diwariskan oleh para leluluhur. Dalam kajian ilmu sareat ada tata cara pengobatan berbagai penyakit dengan melalui metode yang diwariskan oleh para leluhur, baik itu penyakit medis atau non medis.

 

Medis dan non-medis

Dalam kajian ilmu sareat masa kini penyakit berdasarkan jenisnya itu ada dua yaitu penyakit yang melanda organ luar serta penyakit yang melanda organ dalam. Dari jenis penyebabnya ada dua pula, jika penyebabnya terjadi dari proses alami, seperti akibat salah makan, akibat usia lanjut, akibat kecelakaan, gejalanya terdeteksi sejak dini, bisa di deteksi oleh alat-alat medis, bisa di identifikasi oleh dokter, bisa dipengaruhi oleh obat yang diresepkan dokter, dan hal-hal yang sesifat dengan hal-hal tersebut maka disebutlah sebagai penyakit medis.

Jika penyebab penyakitnya tidak dapat dideteksi oleh alat medis dan tidak bisa diindentifikasi oleh dokter, atau alat medis dan dokter kebingungan dalam mendeteksi dan mengidentifikasinya, serta tidak terpengaruh oleh obat yang diresepkan oleh dokter untuk mengobatinya, dan hal-hal yang bersifat seperti hal-hal tersebut, maka ini disebut sebagai penyakit non-medis.

 

Tentang Santet

Dalam budaya masyarakat sekarang santet dikenal sebagai ilmu yang sangat merugikan, ilmu setan, ilmu sihir, ilmu hitam, dan stigma-stigma negatif lainnya.

Dalam kajian ilmu kabuhunan bab ilmu sareat santet pada awalnya adalah cabang dari ilmu sareat, yang berfungsi sebagai ilmu pengobatan yang digunakan oleh para leluhur untuk menjaga kestabilan kesehatan masyarakat dan juga kestabilan kesehatan alam sekitar. Dalam ilmu santet pada masa dahulu kala ketika ada masyarakat yang sakit maka para leluhur mengobatinya menggunakan ilmu santet. Untuk mendeteksi potensi bencana alam atau untuk menanggulangi ketika ada bencana alam, maka para leluhur menggunakan ilmu santet pula.

Ilmu santet menjadi terbagi dengan adanya santet jahat atau santet yang berdampak negatif bagi manusia dan alam itu adalah ketika ada oknum yang mempergunakan ilmu santet yang pada awalnya adalah sebagai ilmu pengobatan digunakan menjadi alat pembunuh atau alat untuk menyakiti. Secara bertahap dari zaman ke zaman ilmu santet dipisahkan oleh oknum yang murni jahat menjadi terpisah dari ilmu sareat, hingga sampai pada masa dimana masyarakat umum hanya mengetahui ilmu santet sebagai ilmu jahat.

 

Jenis-jenis santet

1. Santet Samber nyawa

Santet ini bisa dikenal dengan berbagai nama, sesuai bahasa daerah yang memberi nama. Pada awalnya leluhur menggunakan ilmu ini jika dalam anggota masyarakatnya ada yang terkena penyakit yang amat kronis, yang penyakit itu tersebut bisa membuat sang penderita meninggal secara mendadak contoh pada masa kini seperti penyakit jantung dan lain-lain.

Dengan ilmu santet ini para leluhur bisa menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga kematian mendadak bisa tercegah dengan cara menanamkan atau menginstal ‘sesuatu’ melalui aurad atau mantra atau ramuan ke dalam tubuh sang penderita penyakit, ditanamkan di tempat atau di anggota tubuh atau di organ tubuh yang terkena penyakit, ‘sesuatu’ yang ditanamkan atau yang diinstalkan itu dipergunakan untuk menstabilkan organ tubuh tersebut agar tetap stabil dan bahkan bisa membuatnya berangsur-angsur sembuh, sehingga sang penderita penyakit ini terhindar dari kematian mendadak.

Santet samber nyawa ketika digunakan sebagai ilmu pengobatan maka akan sangat luar biasa membantu, akan tetapi ketika digunakan untuk menyakiti atau menjadikan sebagai senjata maka sangat berbahaya, santet samber nyawa ini bisa membuat seseorang mati mendadak yang akan terdeteksi oleh ilmu medis sekarang sebagai penyakit jantung atau penyakit penyebab kematian mendadak lainnya.

Santet samber nyawa ini bisa membuat salah satu atau seluruh organ tubuh yang ada dalam tubuh manusia berhenti beroperasi seketika, sehingga manusia yang menjadi target akan langsung berhenti ‘beroperasi’ alias meninggal. Bisa dijadikan sebagai gambaran bagaimana santet samber nyawa bekerja adalah film atau anime Death Note, proses dan cara kerjanya seperti itu, sangat mirip seperti apa yang digambarkan dalam Death Note.

2. Santet rangsak

Santet ini bisa dikenal dengan berbagai nama, sesuai bahasa daerah yang memberi nama. Pada awalnya digunakan sebagai ilmu pengobatan untuk penyakit-penyakit yang merusak tubuh manusia bagian luar, seperti penyakit kulit, alergi, dan penyakit-penyakit bagian luar lainnya. Ilmu santet ini digunakan dengan menginstal atau menanamkan ‘sesuatu’ kepada tubuh orang yang terkena penyakit dengan mantra atau aurad, santet rangsak itu bisa memperbaiki secara berangsur bagian tubuh luar yang rusak akibat terkena penyakit, cepat dan lambatnya level healing tergantung dari level penyakit yang derita.

Dengan secara bertahap sang penderita akan mengalami kesembuhan dan kerusakan yang melanda tubuh orang tersebut akan berangsur-angsur hilang. Gambaran dari proses bekerjanya santet rangsak ini seperti kekuatan healing faktornya Wolverine, salah satu karakter superhero dalam dunia comic Marvel.

Santet ini ketika digunakan sebagai senjata atau untuk menyakiti, ketika santet rangsak ini mengenai orang yang menjadi targetnya, maka secara perlahan tubuhnya akan dilanda oleh kerusakan, yang secara medis sekarang bisa terlihat seperti penyakit medis organ luar yang biasa saja.

Bisa juga sang target tubuhnya mulai memendek atau mulai mengecil atau mulai kisut (menjadi sangat kurus). Prosesnya berjalan secara berangsur-angsur, biasanya proses ini disertai dengan serangkaian penyakit yang menyerang kulit, seperti cacar, bisul, panu, bentol yang sangat gatal, dan lain-lain. Secara bertahap kerusakan akan melebar ke seluruh tubuhnya dan tubuhnya menjadi rangsak alias rusak yang sangat parah. Biasanya tidak menyebabkan kematian sang target, akan tetapi hanya membuat keadaan tubuh sang target menjadi sangat rusak, kurus, kisut, pendek, berpenyakit kulit, bau, dan menjijikan.

 

3. Santet murag

Santet murag pada zaman dahulu digunakan untuk mendeteksi potensi terjadinya bencana alam, sehingga bencana alam yang tadinya akan mengakibatkan kerusakan yang parah bisa jadi diminimalisir kerusakannya atau diminimalisir korbannya.

Para sepuh pada zaman dahulu itu mempunyai alat deteksi atau sarana penanggulangan bencana, salah satunya yaitu santet murag ini, para sepuh menanamkan ‘sesuatu’ ke dalam tanah tempat masyarakat tinggal melalui aurad dan mantranya. ‘Sesuatu’ itu akan terus hidup menjadi alat deteksi, ketika akan terjadi bencana alam pada daerah tersebut, secara otomatis ‘sesuatu’ itu langsung menuju pusat daeraj bencana, jika memungkinkan hal-hal yang mengakibatkan bencana itu menuju ke tempat tinggalnya masyarakat tempat sepuh hidup akan dihambat oleh teluh murag ini, seperti ketika gempa, atau aliran lava atau banjir, maka bencana yang menuju ke arah daerah yang dilindungi sepuh, maka bencana itu arahnya akan dipotong atau dibelokkan ke arah yang tidak ada makhluk hidupnya, sehingga tidak jadi menuju ke tempat tinggalnya masyarakat tempat sepuh ini hidup.

Ketika tidak mungkin bencana itu dibelokan atau dicegah atau dinetralisir maka teluh murag ini akan memberitahu sang sepuh bahwa ini tidak mungkin dinetralisir atau dicegah atau dibelokan. Sang sepug bisa segera mengevakuasi penduduk sehingga korban jiwa dan harta bisa dicegah atau bisa diminimalisir.

Ketika santet murag ini digunakan untuk kejahatan, santet ini bisa mengakibatkan kebangkrutan dan kerusakan suatu daerah tertentu, karena ketika ditanamkan dengan tujuan menyakiti atau merusak, maka sang target tempat tinggal atau tempat bisnisnya bisa dibuat menjadi tempat yang beracun, mengundang bencana atau yang mengundang kerugian, pokoknya setiap yang berhubungan dengan usaha dia akan bangkrut, setiap yang berhubungan dengan usaha dia akan merugi otomatis, tidak akan ada yang mau berhubungan usaha sang target ini.

Biasanya digunakan dengan tujuan untuk membangkrutkan atau merusak keadaan ekonomi sang target. Banyak digunakan oleh para bussines man atau bussines woman tertentu untuk mematikan bisnis lawannya, yang secara kasat mata atau secara umumnya terlihat seperti kerugian biasa.

Santet murag ini dengan kepentingan yang lebih besar bisa membuat sebuah negara hancur, ketika ditanamkan dengan tujuan buruk bisa mengakibatkan dalam negara target sering terjadi bencana alam, sering terjadi kerusuhan, sering terjadi wabah, dan hal-hal negatif lainnya.

Masih banyak jenis santet yang belum saya bahas, mudah-mudahan bisa dibahas pada artikel-artikel berikutnya.

Jaga diri, jaga lisan, jaga tulisan, jaga perasaan, dan salam damai selalu. Cheers… KLepus… WhuUuZz

Share the knowledge ✓

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.