Zarah Artinya, Rahasia dan Makrifatnya

Last Updated on

Zarah Artinya Entrance Gate

Artikel kali ini membahas mengenai zarah artinya, rahasia, dan makrifatnya. Zarah yang dimaksud adalah zarah yang ada dalam ayat Al-qur’an. Surat ke 99 yang bernama surat Az-zalzalah, ayat ke 7-8.

Pembahasan dalam artikel ini bukan bahasan murni dari sisi ‘ullumul qur’an atau ‘ullumu tafsir.

Bahasan yang sama dengan bahasan seperti yang sudah ada dan mapan dalam madzhab-madzhab dan manhaj-manhaj Islam.

Tapi bahasan dalam artikel ini adalah bahasan dari sisi ilmu tasawuf atau irfan bab hikmah melalui keterangan yang saya dapatkan dari Sepuh

Jadi jangan dibandingkan atau dikonfrontasikan dengan tafsir-tafsir mapan yang telah ada. Anggap saja menambah pengetahuan atau bacaan iseng. Selamat membaca.

 

Zarah Artinya: Ayat Zarah

Az-Zalzalah : 7-8:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”.



وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”.

 

Zarah Artinya: Makrifat Zarah

Zarah dalam kajian makrifat yang saya terima dari Sepuh adalah wujud entitas hidup yang amat kecil, yang menjadi central dari segala eksistensi makhluk kecil yang ada dalam tubuh manusia.

Dalam tubuh manusia entitas ini ada 3, satu sebagai pusat daya hidup entitas ini. Satu zarah khairiyah yang menjadi entitas manager bagi anasir kebaikan yang ada dalam kitab hidup diri manusia.

Satu lagi adalah zarah syarriyah yang menjadi entitas manager bagi anasir keburukan yang ada dalam kitab hidup diri manusia.

Kitab hidup yang ada dalam diri manusia ini adalah kitab yang ada dalam jiwa terdalam Manusia, jika kitab ini ‘putih’ maka ‘putihlah’ manusianya.

Jika kitab ini ‘hitam’ maka hitamlah manusianya. Mungkin pada artikel yang lain mengenai kitab ini akan saya bahas, semoga.

Entitas ini dalam keberadaannya bisa berada di dua lapis jasad manusia, lapis jasad ruhaninya dan lapis jasad jasmaninya, setiap tujuh lapisnya, mengenai tujuh lapis jasad ini silahkan baca artikel saya yang berjudul 7 lapis diri.

Kedua entitas ini menyerap segala esensi daya hidup yang dihantarkan oleh rasa, lisan, tulisan, dan perbuatan manusia dalam kehidupannya, kemudian memanifestasikannya ke dalam wujud makhluk-makhluk kecil yang akan bekerja sesuai dengan esensi yang dia manifestasikan.

Jika manifestasi baik maka inilah yang disebut zarah khairiyyah, jika manifestasi buruk maka inilah yang disebut zarah syariyah.

Dari kedua entitas inilah dapat lahir apa yang namanya khadam, qarin, ‘malaikat’, ‘syaithan’, dan lain-lain. Mengenai inipun semoga bisa saya bahas pada artikel yang lain.

 

Zarah artinya: Zarah Khairiyyah

Entitas ini ketika memanifestasikan keberadaannya mendominasi diri manusia, maka tubuh jasmani manusia tersebut akan sehat dan kuat.

Psikologinya akan sangat stabil, emosinya akan sangat terkelola, spiritualitasnya akan sangat dewasa.

Sehingga wujud manusiawinya akan teraktualisasi dalam rasa, lisan, tulisan, dan perbuatan yang membawa kasih sayang bagi manusia lain dan alam sekitar. Menyebarkan kedamaian, meminimalisir kerusakan, dan hal-hal baik lainnya.

Wujud dari entitas ini adalah mirip dengan penampakan kerlap-kerlipan bintang di malam hari yang cerah.

Mungkin pernah melihat dalam film-film atau mendengar cerita-ceritanya dalam masyarakat ketika ada manusia atau makhluk suci yang mendatangi seseorang.

Maka mereka akan tampak bercahaya, nah cahaya yang menyelimuti makhluk suci tersebut adalah zarah khairiyah, tapi dalam level sangat tinggi.

Untuk level manusia biasa keberadaan zarrah khairiyah ini dapat dirasakan dengan hadirnya rasa tenang. 

Jika Anda berada di dekat seseorang atau dilingkungan suatu kelompok kemudian timbul rasa tenang dan tiada kekhawatiran.

Kemudian timbul rasa ingin menolong yang dengan cara yang baik yang amat membludak semangatnya, rasa sedih campur bahagia yang menyesakkan dada.

Kombinasi dengan perasaan merinding yang menghadirkan nuansa  nyaman, dan lain-lain. Maka itu adalah beberapa tanda bahwa zarah khairiyyah mendominasi area tersebut.

 

Zarah Artinya: Zarah Syarriyyah

Entitas ini ketika memanifestasikan keberadaannya dan mendominasi diri manusia.

Maka akan menimbulkan gejala psikologi yang tidak stabil, emosi yang tumpah ruah tidak terkontrol, spiritual yang sangat sangat rentan, dan tubuh yang sakit sakitan tidak jelas.

Sehingga wujud manusiawinya teraktualisasi dalam lisan, rasa, ucapan, dan perbuatan yang membawa kepada kerusakan dan kehancuran.

Menghasut kepada pertikaian, perpecahan, saling membenci, saling mencaci, saling menyinyir dan saling memprovokasi kepada hal-hal yang amat buruk.

Dan selalu membimbing kepada hal-hal yang dapat mengakibatkan segala hal-hal buruk, dan lain-lain yang sesifat dengan hal-hal tersebut.

Wujud dari zarah syariyah ini adalah mirip seperti wujud dari zarrah khairiyah akan tetapi berbeda warna, mereka cenderung berwarna hitam pekat.

Jika anda dekat dengan seseorang atau berada pada area suatu kelompok atau suatu daerah yang di mana anda merasakan ketidak-tenangan, kekhawatiran, keragu-raguan, rasa ingin menghancurkan.

Kemudian menyeruak rasa ingin mencela, rasa ingin mendengki, rasa ingin mencaci-maki, rasa ingin marah-marah, rasa ingin membenci, yang dimana rasa itu tidak jelas asalnya dari mana dan muncul tanpa sebab sama sekali.

Kemudian menimbulkan rasa merinding yang mendatangkan rasa takut dan khawatir dan rasa galau, rasa tidak nyaman yang amat sangat, maka daerah tersebut bisa dikatakan telah terdominasi atau terkontaminasi oleh entitas zarrah syarriah.

Sangat disarankan untuk segera menjauhi orang tersebut, daerah tersebut kelompok tersebut, atau area tersebut, untuk menghindari Anda terkontaminasi oleh zarah syarriyah yang berada di area tersebut.

 

Zarah Artinya: Cara Kerja

Cara kerja kedua entitas ini adalah mengalir dalam aliran darah, berjalan seperti berjalannnya nafas yang dihirup, terasa seperti rasa hati ketika meerasakan suatu perasaan.

Kedua wujud unik ini menebar ke dalam dua lapis kedua lapis diri manusia yaitu lapis diri rohani dan jasmani, semua lapisannya yang 7.

Sifat-sifat dari keduanya sudah dijelaskan diatas, bahwa entitas unik yang bersifat khairiyah akan membawa kepada sifat-sifat kebaikan dan entitas unik yang bersifat syariah akan membawa kepada sifat-sifat keburukan.

Jika anda pernah merasakan seperti ada bisikan-bisikan yang berupa firasat atau ide atau intuisi atau Ilham atau warid, maka itu berasal dari kedua entitas tersebut.

Jenis dari firasat, ide, intuisi, Ilham atau warid yang datang kepada seseorang  itu tergantung dari jenis entitas uniknya , jika  zarah khairiyah yang mendominasi dirinya.

Maka intuisi, ide, Ilham, atau warid yang datang akan berupa atau bersifat kebaikan. Jika zarah syarriyah yang mendominasi dirinya maka Ilham, ide, intuisi atau warid yang datang akan bersifat atau berbentuk yang membawa kepada keburukan dan kehancuran.

Seperti contoh, Anda mendapat perasaan bahwa sepertinya; Kalau saya begitu akan begini, seperti mendapat alarm bahaya, seperti anda sudah mengetahui sesuatu sebelum sesuatu itu terjadi.

Banyak hadir ide-ide cemerlang yang membawa kepada kebaikan, hadir intuisi-intuisi indah yang membawa kepada perdamaian.

Banyak hadir Ilham dan warid mempesona yang membawa kepada Arrahmah, mungkin pernah mengalami ketika berada pada nuansa-nuansa seperti itu, maka itu tandanya bahwa zarah khairiyah sedang mendominasi diri Anda.

Jika anda mendapat perasaan atau bisikan yang bisikan itu berjenis sangat halus lebih rendah dari bisikan biasa yang mentrigger atau memicu Anda agar mencaci, memaki, menyinyir, membenci, memfitnah, mendengki, memprovokasi dengan tanpa sebab dan dengan arah yang sangat liar.

Kemudian hadir ide-ide cemerlang untuk melakukan kejahatan cara-cara licik untuk menyebarkan keburukan, maka itu tandanya anda telah terdominasi atau terkontaminasi oleh zarah syarriyah.

Seperti banyak kasus yang sering ada dalam berita-berita media masa, bahwa ada pemuka agama memerkosa anak didiknya, ayah memerkosa anak kandungnya, suami membunuh isterinya, dengan tanpa sebab atau karena sebab yang sepele, dan lain-lain.

Dan kemudian mereka bercerita bahwa mereka melakukan hal tersebut karena mendapat bisikan atau warid, nah bisikan atau warid yang mereka dapat itulah yang masuk ke jenis zarah syarriyah. 

Kedua entitas ini dalam operasinya, dalam cara kerjanya bisa ditularkan dari seseorang kepada seseorang, dari kelompok kepada kelompok yang lain, dari suatu area ke area yang lain.

Dalam ajaran agama atau keyakinan mungkin Anda pernah mendengar ajaran sabarkanlah senyum, tebarkanlah kasih sayang, jangan berdebat, jangan kasar, dan lain-lain.

Secara sadar atau tidak sadar ketika Anda tersenyum kepada seseorang, ketika anda melakukan sedekah kepada suatu kelompok.

Ketika anda berbicaralah baik atau berpikir tentang hal-hal baik di suatu area, itu sebenarnya Anda sedang menularkan entitas unik yang ada pada diri Anda kepada seseorang kepada kelompok atau kepada area tersebut.

Begitupun jika anda sedang berdebat dengan cara yang buruk, menyinyir, mencaci, memaki, membenci dengan tanpa sebab.

Kemudian bermain fitnah, mendengki, memprovokasi mengadu domba, pada seseorang, pada suatu kelompok, di suatu area, secara sadar dan tidak sadar Anda sedang menularkan zarrah syariyyah yang ada pada diri Anda kepada seseorang, kelompok dan area tersebut.

 

Kenapa ?

Jika ada pertanyaan kenapa ada orang-orang baik yang sakit bahkan sakit parah dan orang-orang jahat segar bugar juga kuat, bukankah zarah khairiyah membawa kepada kesehatan dan zarah syarriyah membawa kepada sakit ?

Jawabannya adalah ketika proses penularan wujud kecil yang unik ini sedang terjadi, semisal seseorang memukul seseorang, seseorang mencaci maki seseorang, dan lain-lain.

Maka dari semburan pukulannya itu, dari semburan caci-makinya itu,  zarah syarriyyah ikut keluar secara serempak menyerbu sang target.

Jika sang target kuat dengan artian zarah khairiyah yang ada dalam dirinya sangat kuat, maka proses penularan itu tidak akan berpengaruh pada sang target.

Akan tetapi lain cerita jika semburan zarah syarriyah berjumlah sangat besar, walaupun zarah khairiyyah yang ada pada diri seseorang itu kuat.

Akan tetapi jika yang menyerbunya sangat banyak, berkelompok, dan terus menerus, kemudian orang baik tersebut berada di suatu area yang areanya itu sudah terkontaminasi zarah syariyah secara mayor, maka akibatnya tubuhnya akan mengalami sakit bahkan hingga parah.

Walaupun jiwanya tidak sakit, psikologinya tetap stabil, emosinya tetap terkelola, akan tetapi tubuhnya akan sakit-sakitan.

Karena zarah syarriyah ketika melakukan ekspansi ke dalam diri orang baik tersebut, inti hidup dari zarah yang satu yang di atas telah saya ceritakan akan bergerak melindungi.

Melindungi zarah khairiyyah akar agar tetap hidup, yang hidupnya itu melindungi jiwa atau diri seseorang agar jasad rohaninya tetap sehat.

Jika ada pertanyaan kenapa orang jahat banyak yang terlihat sehat bugar dan kuat, bukankah zarah syarriyyah itu membawa kepada sakit ?

Jawabannya adalah, ketika pemilik zarah syarriyah menyemburkan zarah syariah-nya kepada seseorang, kelompok atau area tertentu, zarah syarriyah itu melakukan penyerapan daya hidup yang ada pada target yang sedang diserbu dan diekspansi.

Maka daya hidup itu terserap kedalam zarah syariyyah, kemudian ditransfer ke dalam diri penyembur,  person yang menyemburkan zarah syarriyah.

Kemudian zat hidup itu dikelola oleh inti dari zarah syarriyyah yang ada dalam tubuh seseorang tersebut, hasil serapan yang ditransfer oleh zarah syarriyyah tersebut akan di manifestasikan dalam kekuatan, keganasan, kesehatan, dengan artian kesehatan jasad.

Maka secara lahiriyah orang jahat tersebut terlihat sangat sehat bugar dan kuat, sedangkan jasad rohaninya, rohani yang sakit karena telah menghitam oleh kontaminasi zarah syarriyyah. 

Mungkin Anda pernah mendengar istilah hijrah, dalam kajian Sepuh hijrah yang dimaksud adalah ketika kita merasakan bahwa area tempat tinggal kita sudah terkontaminasi oleh zarah syarriyyah.

Maka sangat disarankan kita pindah ke daerah lain yang daerah lain tersebut setidaknya tidak terkontaminasi secara mayor oleh zarah syarriyyah.

Karena bagaimanapun kuatnya diri kita, bagaimanapun kuatnya zarah khairiyyah yang ada pada diri kita.

Jika kita sendiri yang berada pada area tersebut sedangkan area tersebut sudah terkontaminasi secara mayor oleh zarah syarriyyah, maka akibatnya tubuh kita yang akan sakit walaupun jasad rohani kita sehat karena adanya zarah khairiyyah.

Tiap detiknya kedua entitas unik  tersebut melakukan peperangan, bedanya zarah khairiyyah bersifat bertahan dan memelihara, sedangkan zarah syariyyah itu sifatnya melakukan ekspansi besar-besaran ke dalam ke diri setiap jasad hidup yang ada dalam jangkauan mereka.  

Mungkin anda pernah merasakan lelah yang tanpa sebab, rasa capek banget yang tanpa sebab, pegal-pegal yang tanpa sebab, dan lain-lain.

Keadaan seperti itu dapat menjadi tanda zarah khairiyyah yang ada dalam diri Anda sedang melakukan perlawanan yang amat besar terhadap serbuan ekspansi dari zarah syarriyah yang berada di area tempat anda hidup.

 

Entitas Zarah

Kedua entitas unik tersebut akan terus memproduksi makhluk-makhluk atau entitas-entitas hidup tiap detiknya selama manusia tempat mereka hidup masih hidup dan bernafas. 

Yang harus diperhatikan, mungkin dalam kajian-kajian agama pernah mendengar jika anda melakukan keburukan kemudian Anda ajarkan keburukan itu kepada seseorang atau jika Anda mengajarkan kebaikan kepada seseorang, maka Anda pun akan bersekutu dengan mereka yang mengikuti ajaran Anda.

Begitulah keadaan aktifitas kedua wujud kecil unik ini.

Karena kedua entitas ini walaupun induknya dalam arti manusia tempat mereka menetap, telah meninggal setelah meninggal, inti yang tiga zarrah itu akan ikut meninggal dengan orang tersebut.

Satu zarah daya hidup pusat, yang memberi daya hidup zarah inti khairiyyah dan zarah inti syarriyah itu akan ikut mati atau ikut wafat bersama inangnya.

Akan tetapi zarah anak-anak dari zarah khairiyyah dan anak-anak dari zarah syarriyah yang pernah disemburkan melalui tulisan, ucapan, perbuatan sang inang pada masa hidupnya itu akan terus hidup dan akan terus menular sesuai dengan perintah awal ketika mereka disembuhkan oleh inangnya.

Anak-anak kedua entitas  ini nanti akan berhuhungan dengan kajian khadam, qarin, arwah penasaran, arwah gentayangan, dan lain-lain. 

Mudah-mudahan saya diberi kesehatan, panjang umur dan kekuatan ekonomi, sehingga kajian dalam blog ini bisa sampai ke arah sana.

Jadi berhati-hatilah dalam merasa, menulis, berkata, dan berperbuatan.

Sekian bahasan mengenai Zarah Artinya, rahasia dan Makrifatnya ini.

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan bagi yang membaca.

Dan semoga terlindungi dari kontaminasi zarah syarriyyah dan semoga terdominasi oleh zarah khairiyyah.

Selamat beraktifitas, semoga berbahagia, selamat berpetualang wahai jiwa-jiwa pencari, dan salam damai selalu.

Cheeersss… KLepus .. whuUuZz

Facebook Comments
error: Content is protected !!